9 Update Perang Gaza, Korban Baru-Hamas Tak Terkalahkan

Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik berdarah masih terus terjadi di jalur Gaza. Israel masih melancarkan serangan ke wilayah itu untuk menumpas kelompok Hamas, yang telah menyerang wilayah Selatan Negeri Yahudi itu pada 7 Oktober lalu.

Berikut perkembangan terbarunya sebagaimana dikumpulkan CNBC Indonesia, Jumat (14/12/2023):

1.Korban Jiwa

Korban jiwa sipil akibat serangan Israel di Gaza, Palestina, telah mencapai 20.915 jiwa. Di mana korban luka menembus angka 54.918 orang terluka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober.

2. Perang Meluas

Sementara itu perang meluas ke Lebanon. Israel melakukan serangan udara ke negara tersebut untuk membekukan Hizbullah.

AFP mengutip media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa seorang pria, saudara laki-lakinya dan istrinya tewas dalam serangan di kota Bint Jbeil. Media Lebanon NNA mengidentifikasi korban tewas sebagai Ali Bazzi, saudara laki-lakinya Ibrahim dan istrinya, Shourouk Hammoud.

“Ibrahim Bazzi datang ke Lebanon beberapa hari yang lalu dari Australia, tempat dia tinggal selama bertahun-tahun, untuk membawa istrinya, Shourouk, bersamanya dan menetap di Australia,” kata NNA.

Hizbullah kemudian mengonfirmasi kematian Ali Bazzi. Kelompok itu menyebutnya salah satu pejuangnya.

Sejak 7 Oktober, lebih dari 150 orang telah terbunuh di perbatasan Lebanon. Kebanyakan dari mereka adalah pejuang Hizbullah, namun belasan lainnya adalah warga sipil dan tiga di antaranya adalah jurnalis, menurut penghitungan AFP.

3. Israel Setuju Jalur Bantuan Baru di Gaza

Israel setuju untuk mengizinkan Siprus, dengan dukungan Inggris, membuka koridor laut guna menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Hal ini dilaporkan surat kabar Israel, Hayom.

Koridor ini akan membawa lebih banyak pasokan dan peralatan ke wilayah kantong Palestina yang terkepung itu, yang sejauh ini hanya bergantung pada perbatasan Rafah dengan Mesir. Sebelumnya penyeberangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) juga telah dibuka.

4. Biden Diskusi dengan Emir Qatar

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, telah membahas perlunya pembebasan sandera yang ditahan di Gaza. Termasuk upaya untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan.

Qatar dan Mesir adalah mediator antara Israel dan kelompok Hamas dalam gencatan senjata akhir November. Upaya diplomatik mengenai gencatan senjata baru sejauh ini hanya menghasilkan sedikit kemajuan.

“Kedua pemimpin membahas upaya mendesak untuk menjamin pembebasan semua sandera yang masih ditahan oleh Hamas, termasuk warga negara Amerika,” tulis rilis itu.

Kantor berita Qatar mengatakan Emir menerima panggilan telepon dari Biden untuk membahas perkembangan terkini dan upaya mediasi bersama untuk menenangkan situasi di Gaza. Termasuk bagaimana cara mencapai gencatan senjata permanen.

5. AS Tembak Drone Houthi

Komando Pusat AS mengatakan militer AS telah mematikan 12 drone serang satu arah, tiga rudal balistik antikapal, dan dua rudal jelajah serangan darat yang ditembakkan oleh Houthi selama 10 jam. Serangan Houthi di Laut Merah sebelumnya telah membuat sejumlah pelayaran membatalkan layanan ke rute itu.

Jumlah kapal yang melewati Selat Bab Al Mandab, di laut tersebut, telah berkurang hampir 35%. Puluhan kapal pengapalan terdampar di sini selama enam hari, di mana banyak dari mereka tidak tahu kapan mereka akan mendapat izin untuk berangkat.

Sebelumnya Houthi mengancam menyerang semua kapal yang menuju Israel. Ini sebagai bentuk perlawanan pada serangan Israel ke Gaza, Palestina.

6. Israel Serang PBB

Israel menyerang PBB. Negeri Zionis itu akan berhenti secara otomatis memberikan visa kepada para pekerja di PBB dan melakukannya per kasus

“Sudah terlalu lama para pejabat internasional mengalihkan kesalahan ke Israel untuk menutupi fakta bahwa mereka menutupi Hamas,” kata juru bicara pemerintah Israel Eylon Levy.

Levy mengatakan PBB telah mengecewakan dunia. Israel akan memberikan contoh dengan menuntut akuntabilitas yang lebih besar dari badan internasional tersebut.

7. Israel Bom 200 Situs di Gaza

Tentara Israel telah mencapai 200 sasaran di Gaza dari udara, darat dan laut dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, Al Jazeera melaporkan serangan Israel di beberapa kota di Gaza selatan, termasuk Khan Younis dan Rafah.

8. Netanyahu Tertekan

Meningkatnya jumlah korban tewas oleh militer Israel membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di bawah pengawasan lebih ketat di dalam negeri. Ini dilaporkan Alan Fisher dari Al Jazeera.

Mayoritas kematian tentara terjadi sejak berakhirnya gencatan senjata pada 1 Desember.

“Jumlah korban tewas tentu akan memberikan tekanan pada Netanyahu,” kata Fisher dari Yerusalem Timur yang diduduki.

“Orang-orang mengajukan pertanyaan. Mereka bertanya-tanya apakah tujuan (militer Israel) adalah untuk membebaskan para tawanan yang ditahan di Gaza, berapa banyak tentara yang akan tewas ketika mereka melanjutkan operasi tersebut,” tambahnya.

9. Hamas Tetap Tangguh

Hamas diyakini masih tak terkalahkan oleh Israel. Kelompok itu diyakini masih bisa menyusun kembali kemampuan militernya, meskipun menderita kerugian militer sejauh ini dalam perang melawan Israel.

Akibatnya, para pejabat Israel mengatakan mereka perlu melakukan perang “berkepanjangan” untuk mencapai tujuan mereka menghancurkan kelompok bersenjata Palestina tersebut. Hal ini dikatakan lembaga pemikir yang berbasis di AS, Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project (CTP) ungkapnya dalam laporan terbaru mereka.

“Hamas terus melakukan pertempuran di utara Jalur Gaza, menggunakan alat peledak improvisasi (IED) di sebelah barat Beit Hanoon pada tanggal 26 Desember, dan menantang upaya Israel untuk “membersihkan dan mempertahankan kota Jabalia,” tulis laporan itu.

“Hamas dan PIJ (Jihad Islam Palestina) juga melakukan penyergapan kompleks gabungan menggunakan roket standar dan termobarik terhadap pasukan Israel yang berlindung di sebuah rumah di kota Jabalia,” kata pemantau tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

9 Update Terbaru Perang Gaza: 10.000 Tewas-Rumah Sakit Kolaps

(sef/sef)


Sumber www.cnbcindonesia.com