IPR sebut tiga tip untuk peserta Pilpres 2024 agar dominasi debat

Jakarta (ANTARA) – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin menyebut tiga tip agar pasangan calon presiden dan wakil presiden mampu mendominasi debat dan memengaruhi preferensi publik untuk memilih dalam Pilpres 2024.

Ujang menjelaskan bahwa tip pertama adalah penguasaan materi yang sesuai dengan tema sehingga penyampaian segala gagasan terkait hal tersebut bisa dengan baik dan publik mengerti.

“Kalau capres/cawapres tidak paham materi atau visi dan misi programnya, akan membuat bingung sendiri bagi paslon sehingga sulit untuk menjabarkannya,” kata Ujang saat diwawancarai ANTARA di sela sesi diskusi dengan tema Mungkinkah Debat Capres/Cawapres Memengaruhi Pemilih di Pilpres 2024 yang diselenggarakan IPR dan salah satu media di Jakarta, Kamis.

Tip kedua, lanjut dia, yaitu penguasaan panggung melalui retorika, bahasa tubuh atau gimik yang mampu memengaruhi audiens dan moderator diyakini menjadi cara yang efektif agar mendominasi jalannya debat.

Tip terakhir adalah mampu memprediksi arah pertanyaan dari lawan debat sehingga bisa menyiapkan jawaban-jawaban yang bernas dan mampu mengubah persepsi pemilih bimbang atau undecided voters untuk memilih.

“Peserta Pilpres 2024 kalau tidak ingin terlihat negatif di panggung, ya, harus mampu memprediksi arah pertanyaan dari moderator atau lawan debat, dan itu penting dilakukan,” tutur dia.

Oleh karena itu, ketiga tip itu harus mampu dilakukan oleh capres/cawapres sehingga bisa mendongkrak elektabilitas masing-masing.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada hari Senin, 13 November 2023, menetapkan tiga bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Hasil pengundian dan penetapan nomor urut peserta Pilpres 2024 pada hari Selasa, 14 November 2023, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.

Sumber m.antaranews.com