Renungan Harian Katolik Hari Ini 15 Januari 2024 Lengkap dengan Bacaannya

Makassar – Umat Katolik setiap hari melakukan ibadah dengan membaca renungan. Lantas, apa bacaan renungan harian Katolik hari ini, Senin 15 Januari 2024?

Dikutip dari situs Iman Katolik, berdasarkan kalender Liturgi hari Senin, 15 Januari 2024 merupakan Hari Biasa. Pada hari ini umat kristiani akan membaca Renungan Katolik dan kitab Injil.

Adapun bacaan Injil pada hari ini, yakni 1 Samuel 15:16-23; Mazmur 50:8-9; 16bc-17,21,23; Markus. 2:18-22. BcO Kejadian 11:1-26. Warna liturgi yang digunakan pada Hari Biasa ini adalah warna hijau.

Berikut Bacaan Injil dan Renungan Katolik Hari ini, 15 Januari 2024 yang dikutip dari situs Katolik Indonesia.

Bacaan Pertama 1 Samuel 15:16-23

“Mengamalkan sabda Tuhan lebih baik daripada kurban sembelihan. Maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.”

Setelah Raja Saul melanggar perintah Tuhan, Samuel berkata kepadanya, “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang disabdakan Tuhan kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya, “Katakanlah!” Sesudah itu berkatalah Samuel, “Engkau ini kecil pada pemandanganmu sendiri! Meskipun demikian bukankah engkau telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? Bukankah Tuhan telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka? Mengapa engkau tidak mendengarkan suara Tuhan? Mengapa engkau menjarah rayah dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan?” Lalu kata Saul kepada Samuel, “Aku memang mendengarakan suara Tuhan! Aku telah mengikuti apa yang disuruhkan Tuhan kepadaku. Aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek sendiri telah ku tumpas. Tetapi rakyatlah yang mengambil dari jarahan itu: kambing domba dan lembu-lembu terbaik dari yang seharusnya ditumpas itu; maksudnya mau dipersembahkan kepada Tuhan, Allahmu, di Gilgal.” Tetapi sahut Samuel, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada kurban bakaran dan kurban sembelihan, sama seperti Ia berkenan kepada pengamalan sabda-Nya? Sesungguhnya, mengamalkan sabda lebih baik daripada kurban sembelihan, menuruti firman lebih baik daripada lemak domba jantan. Camkanlah pendurhakaan itu sama seperti dosa bertenung dan kedegilan itu sama seperti menyembah berhala. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.”

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan 50:8-9.16bc-17.21.23

Ref. Orang yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  • Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
  • “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?”
  • Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

Bait Pengantar Injil

U : Alleluya
S : (Ibr 4:12) Sabda Allah itu hidup dan kuat. Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.

Bacaan Injil Markus 2:18-22

“Pengantin itu sedang bersama mereka.”

Waktu itu murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya. Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan singkat hari ini dibawakan oleh Fr. Edi Setiawan, SCJ. Berikut renungan harian Katolik hari ini:

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Fr. Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Cipinang Cempedak, Jakarta. dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Senin biasa, 15 Januari 2024.

Sahabat Dehonian, bagian permenungan yang dapat kita dalami melalui bacaan Injil pada hari ini adalah tentang kebanggaan menjadi murid Kristus. Pertanyaan yang ditujukan kepada Kristus, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?”, membantu kita untuk menemukan apa yang menjadi khas menjadi murid Kristus. Ia memberi jawaban bahwa murid-murid-Nya akan berpuasa pada waktunya: “Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa”. Rasanya, apa yang menjadi khas itu kita hidupi sekarang; kita yang adalah para murid Kristus sekarang. Berpuasa dan berpantang menjadi bagian dari olah rohani kita dalam masa pra-Paskah.

Lebih dari refleksi di atas, mari kita merenungkan tentang kebanggaan kita sebagai murid-murid Kristus. Mengawalinya, mari kita menyadari rahmat baptisan yang kita terima. Di sana, ada nama baptis yang diambil dari nama santo-santa. Memang, itu menjadi bagian dari tradisi Kristiani. Namun, lebih dari itu, nama baptis yang diambil dari nama santo-santa menjadi bagi kita sebagai kekuatan atau daya rohani agar mereka – para kudus yang namanya disematkan pada kita – menjadi pendoa bagi kita. Juga, nama mereka mengingatkan kita bahwa kita pun diundang untuk meneladan hidup mereka; meneladan kesetiaan mereka sebagai pengikut Kristus yang setia selama hidup. Untuk itu, menjadi kesempatan berahmat bila kita selalu menyadari nama baptis kita masing-masing.

Sahabat Dehonian yang diberkati Tuhan, hidup kita di dunia adalah sebuah hidup yang penuh tantangan. Ada kalanya, hidup serasa tidak mudah. Dalam hal ini, adalah baik bila kita meminta doa-doa para kudus yang namanya menjadi nama baptis kita. Kita dan mereka adalah kesatuan Gereja, Gereja yang masih berziarah di dunia dan Gereja yang mulia di surga. Semoga, karena doa-doa kita bersama mereka, menjadi berkat bagi kita yang tengah berjuang di dunia. Dengan demikian, masing-masing dari kita selalu menjadi pribadi Kristiani yang selalu berpengharapan.

Semoga berkat Tuhan, selalu menyertai kita semua. Amin.

Itulah Renungan harian Katolik hari ini, 15 Januari 2024. Semoga membantu, detikers.

Simak Video “Hubungan Asmara Wulan Guritno dan Sabda Ahessa Diduga Kandas

(alk/alk)

Sumber www.detik.com