Memahami Pentingnya Perilaku Kinerja Guru PMM yang Wajib Ditingkatkan

Memahami Pentingnya Perilaku Kinerja Guru PMM yang Wajib Ditingkatkan. Foto: Pexels
Pentingnya Perilaku Kinerja guru PMM (Platform Merdeka Mengajar) mesti dipahami karena merupakan bagian dari tahapan Perencanaan Kinerja guru. Sebagaimana diketahui, guru dianjurkan untuk menyusun Perencanaan Kinerja di PMM setiap semester baru.

Penyusunan Perencanaan Kinerja tersebut meliputi 5 tahapan, yaitu Praktik Kinerja, Pengembangan Kompetensi, Tugas Tambahan, Perilaku Kinerja, dan Pengecekan Rangkuman.

Perilaku Kinerja yang dimaksud dalam hal ini merujuk pada sikap guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah. Ada tujuh sikap yang mesti dipilih guru untuk ditingkatkan. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pentingnya Perilaku Kinerja Guru di PMM

Pentingnya Perilaku Kinerja Guru di PMM. Foto: Unsplash

Sebagai bagian dari tahapan penyusunan Perencanaan Kinerja, tentu Perilaku Kinerja menjadi penting. Perilaku Kinerja ini menunjukkan komitmen, profesionalisme, dan tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pendidik.

Perilaku Kinerja di PMM harus diisi karena guru tidak akan bisa melangkah ke tahapan Pengelolaan Kinerja selanjutnya jika penyusunan Perencanaan Kinerja belum beres.

Perlu dipahami bahwa Perencanaan Kinerja merupakan tahapan pertama dalam Pengelolaan Kinerja. Tahapan selanjutnya adalah Pelaksanaan Kinerja dan Penilaian Kinerja.

Tahapan Pengelolaan Kinerja wajib diselesaikan guru dalam kurun waktu 6 bulan atau satu semester. Hal ini sebagaimana ketentuan Peraturan Dirjen GTK Nomor 7607 Tahun 2023.

Dari uraian di atas, Perilaku Kinerja guru di PMM sangat penting diperhatikan. Pasalnya, poin ini termasuk dalam rangkaian tahapan Pengelolaan Kinerja yang wajib bagi setiap guru.

7 Perilaku Kinerja Guru di PMM

7 Perilaku Kinerja Guru di PMM. Foto: Pexels

Ada 7 Perilaku Kinerja yang bisa dipilih guru untuk ditingkatkan seperti dikutip dari situs Pusat Informasi Guru Kemdikbud.

1. Perilaku Kerja Berorientasi pada Pelayanan

Pada poin ini, guru diharapkan dapat memahami kebutuhan siswa, rekan sejawat serta masyarakat. Selain itu, guru harus berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dan memberikan pelayanan secara maksimal.

2. Perilaku Kerja Akuntabel

Guru yang akuntabel diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi. Contohnya adalah memenuhi janji dan komitmen dalam perkejaan.

3. Perilaku Kerja Kompeten

Perilaku kerja kompeten akan memperlihatkan apakah seorang guru menguasai bidang yang ia geluti atau tidak. Selain itu, hal itu juga membuktikan apakah guru tersebut dapat menjadi teladan bagi sejawat atau justru sebaliknya.

4. Perilaku Kerja Harmonis

Perilaku kerja harmonis berarti menghargai dan menolong setiap warga sekolah yang membutuhkan, apa pun latar belakang orang tersebut. Dengan kata lain, guru harus bersikap adil untuk menciptakan lingkungan yang positif.

Guru dinilai loyal apabila memegang teguh moral dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, meningkatkan kinerja dan menjaga nama baik sekolah termasuk dalam perilaku loyal.

6. Perilaku Kerja Adaptif

Adaptif berarti kemampuan untuk menyesuaikan dirinya dalam lingkungan atau perubahan. Perilaku kerja ini menuntut guru untuk berinovasi dalam proses pembelajaran.

7. Perilaku Kerja Kolaboratif

Perilaku kerja kolaboratif artinya guru memberikan kesempatan pada murid atau rekan sejawat untuk ikut berkontribusi dalam memajukan pembelajaran di sekolah. Selain itu, guru bisa meminta pendapat atau saran dari wali murid jika memang dibutuhkan.

Sumber m.kumparan.com