PDI-P Wonosobo gelar kenduri rakyat

Wonosobo (ANTARA) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menggelar kenduri rakyat menuju menang spektakuler di Alun-Alun Wonosobo.

“PDI Perjuangan hari ini bersama tim kampanye pemenangan pasangan Ganjar-Mahfud di Kabupaten Wonosobo dengan dihadiri ribuan orang menggelar kenduri rakyat,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Wonosobo, Afif Nurhidayat di Wonosobo, Minggu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto.

Ia menyampaikan, yang dikumpulkan di sini adalah barisan, pasukan pemenangan Ganjar- Mahfud, pasukan pemenangan PDI Perjuangan, yaitu yang pertama struktural, gugus tugas, caleg RI sampai kabupaten, satgas, yang kelima ini barisan hokya ada 350 kelompok seni budaya se Kabupaten Wonosobo,

“Inilah tim kita bersama seluruh relawan yang siap memenangkan Ganjar-Mahfud , hari ini dalam mensolidkan dalam rangka menyemangati semua tim untuk bergerak bersama-sama di saat negara membutuhkan sosok pemimpin yang menjadi teladan,” katanya.

Ia menyampaikan hari ini semua menyaksikan ibu pertiwi di saat ini menangis karena diinjak-injak demokrasi oleh kepentingan tertentu untuk kepentingan tertentu dengan menggunakan segala macam cara untuk kemenangan.

“Namun kami tak gentar, itu akan kita lawan demi untuk kemenangan rakyat Indonesia, hari ini membutuhkan sosok pemimpin suri teladan sosok pemimpin Ganjar-Mahfud sehingga di Kabupaten Wonosobo tidak ada kata lain Ganjar-Mahfud kudu menang,” katanya.

Ia menargetkan pasangan nomor urut 3 Ganjar-Mahfud menang 65 persen di Wonosobo, dengan segala kekuatan dan energi sangat optimis semua kader untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyampaikan jangan lupa pilih pasangan nomor 3.

“Saya jauh-jauh tadi dari Wonogiri ke Wonosobo hanya untuk ketemu sedulurku semuanya yang ada di Alun-Alun Wonosobo, jangan lupa tanggal 14 Februari 2024 pilih nomor 3,” katanya.

Ia menyampaikan kalau ada yang melarang tidak boleh nomor 3, pilihnya tetap nomor 3.

“Siapa menerima bantuan sosial tetap pilih nomor 3, bansos itu bantuan dari negara adalah uang rakyat untuk rakyat , jadi kita boleh terima tapi tidak boleh diatasnamakan siapa pun , namun pilihannya harus sesuai dg pilihan rakyat,” katanya.

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024

Sumber jateng.antaranews.com