Influencer Pura-pura Meninggal untuk Sadarkan Bahaya Kanker

Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, yang merangkum berita-berita utama yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

Edisi Senin, 5 Februari 2024 kita awali dari India.

Influencer India pura-pura meninggal

Poonam Pandey, model sekaligus influencer Instagram asal India, mengumumkan kematiannya karena kanker rahim, setelah melawan dengan berani penyakit.

Tapi perempuan berusia 32 tahun tersebut mengakui kepada 1,3 juta pengikutnya kalau kematiannya hanyalah tipuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker.

“Ya, saya memalsukan kematian saya, saya tahu ini ekstrem. Tapi kita semua tiba-tiba membicarakan kanker rahim, bukan?” ujar Poonam.

“Saya bangga dengan apa yang bisa dicapai dari berita kematian saya.”

Namun, banyak yang mengecamnya, salah satunya menyebutkan jika Poonam hanya mencari perhatian.

‘Pembantaian keji’ di Deir el-Balah

Kantor media milik pemerintah Gaza mengatakan pasukan Israel membunuh 30 orang di “daerah yang seharusnya aman” di Gaza tengah dalam 24 jam terakhir.

“Tentara menargetkan rumah warga dengan pengeboman langsung dari jet militer. Mereka juga mengebom sebuah masjid di daerah yang sama, yang menyebabkan terbunuhnya banyak orang,” bunyi pernyataan kantor media.

“Kami menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas pembantaian keji ini dan pembantaian yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina. Kami juga menyalahkan komunitas internasional dan pemerintahan Amerika serta Presiden Biden secara pribadi atas berlanjutnya pembantaian dan kejahatan yang melanggar hukum internasional dan semua perjanjian dan konvensi internasional.”

Dari pantauan kantor berita Al Jazeera disebutkan situasi semakin memburuk di Jalur Gaza bagian tengah, khususnya di kota Deir el-Balah, dengan masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan.

Amerika akan serang Houthi lagi

Amerika Serikat bermaksud melancarkan serangan lanjutan, setelah menyerang kelompok Houthi, yang didukung Iran.

Pentagon mengatakan pihak Amerika Serikat tidak menginginkan perang dengan Iran dan tidak yakin kalau Iran juga menginginkan perang.

Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan terhadap 36 sasaran Houthi di Yaman, sehari setelah militer Amerika Serikat menyerang kelompok yang didukung Iran di Irak dan Suriah sebagai pembalasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS di Yordania.

“Kami bermaksud melakukan serangan tambahan, dan tindakan tambahan, untuk terus mengirimkan pesan yang jelas kalau Amerika Serikat akan memberikan respon saat pasukan kami diserang, ketika rakyat kami terbunuh,” kata Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional Gedung Putih kepada program Meet the Press di NBC.

Sumber news.detik.com