Saham Potensial jelang Pilpres 2024, BCA-Indofood Masuk

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham berpotensi meningkat seiring dengan momen Pemilu 2024 pekan depan, tepatnya pada pemilihan pada 14 Februari 2024. Rekomendasi saham yang dapat diperhatikan investor yakni BBCA, TLKM hingga INDF.

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, pada periode Pilpres 2024, jika presiden terpilihnya sudah jelas, maka pasar akan mencoba melihat sektor saham dan emiten yang terkait dengan program kerja yang akan dilaksanakan.

Alhasil, menurut Wawan IHSG juga berpotensi akan menguat jelang hari pencoblosan presiden yang akan digelar pada 14 Februari 2024.

“Karena seperti itu bisa jadi indeks juga akan menguat ya. Karena kalau berkaca kepada beberapa Pemilu terakhir itu indeksnya tidak pernah negatif di tahun-tahun-tahun Pilpres itu,” ujar Wawan dikutip Minggu (11/2/2024).

Menurut Wawan, saham di sektor keuangan atau perbankan jelas akan diuntungkan pada tahun Pemilu, karena di setiap program politik butuh pendanaan. Kemudian, saham properti, consumer goods, dan otomotif juga akan diuntungkan pada periode Pemilu 2024.

Adapun, pada pekan ini IHSG parkir di zona merah dengan melemah 0,05% ke level 7.235,15 sepanjang perdagangan pekan ini, 5 Februari hingga 7 Februari 2024. Meski begitu, Kapitalisasi pasar Bursa justru mengalami peningkatan menjadi Rp11.481 triliun.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan Pemilu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan catatan berlangsung aman, damai, dan kondusif.

“Sektor yang menguntungkan yaitu consumer cyclical dan non-cyclical, didorong daya beli dan konsumsi terjaga, serta Pemilu. Saham infrastruktur juga diuntungkan karena serapan anggaran jelang Pemilu,” ujar Nico.

Lebih lanjut dia mengatakan, beberapa sektor yang berpotensi diuntungkan pada periode Pemilu 2024 yakni perbankan karena ada potensi penurunan suku bunga dan peningkatan kredit. Serta saham di sektor otomotif dan properti juga mendapat sentimen positif dari penurunan suku bunga dan insentif.

Selain itu, sektor transportasi dan logistik juga diprediksi meningkat seiring meningkatnya konsumsi dan permintaan. Kemudian sektor energi terbarukan seiring dengan transisi dari konvensional menjadi energi hijau.

Nico mengatakan, jika berkaca secara historis pada Pemilu di tahun-tahun sebelumnya, IHSG selalu mengalami kenaikan. Misalnya, pada Pemilu 2004 periode Januari-September IHSG naik 2,32%.

Berlanjut ke Pemilu 2009 periode yang sama, IHSG naik 8,30%. Berikutnya pada Pemilu 2014 IHSG menguat 2,54%, sedangkan pada Pemilu 2019 IHSG hanya naik 0,48%.

Kendati demikian, menurutnya pada Pemilu 2019, kala itu terdapat kerusuhan yang membuat pelaku pasar dan investor pada akhirnya kecewa akibat hal tersebut yang membuat IHSG hanya menguat +0,48%.

Rekomendasi Saham Pilarmas Investindo Sekuritas:

Sektor Keuangan:

  • BBCA (TP Rp10.350)
  • BBRI (TP Rp6.375)
  • BBNI (TP: Rp5.750)
  • BMRI (TP: Rp6.800)

Konsumer non siklikal:

  • INDF (TP Rp8.125)
  • ICBP (TP Rp13.625)
  • MYOR (TP Rp3.320)

Infrastruktur

  • TLKM (TP Rp4.650)
  • EXCL (TP Rp2.890)
  • TBIG (TP Rp2.380)

Konsumer siklikal:

  • MAPI (TP Rp2.290)
  • ACES (TP Rp915)
  • ERAA (TP Rp500)

Properti & real estate:

  • BSDE (TP Rp1.375)
  • SMRA (TP Rp835)
  • CTRA (Rp1.410)

Transportasi & logistik:

  • BIRD (TP Rp2.290)
  • ASSA (TP Rp970)

______________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Sumber m.bisnis.com