Tak Hanya Wuhan, di Indonesia-pun Ada Pesata di Kolam Renang Saat Pandemi Covid-19.

Tak Hanya Wuhan, di Indonesia-pun Ada Pesata di Kolam Renang Saat Pandemi Covid-19.

Beredar sejumlah video yang menunjukan kerumunan warga di dalam kolam renang melakukan pesta di kolam renang tanpa menjaga jarak dan tanpa masker.

Terakhir diketahui pesta kolam renang tersebut terjadi di Hairos Waterpark, Deli Serdang, Sumatra Utara, Sumut. Setelah sebelumnya diviralkan pemilik akun @dionismee, “Lokasi: Hairos Waterpark di Kab. Deli Serdang,” tulis Rizki dalam akunnya.

Dalam video tersebut nampak ratusan orang memadati kolam renang, tanpa menjaga jarak, dan tidak memakai masker. Bahkan, mereka juga tampak saling menyiramkan air di dalam kolam saat musik terdengar.

MEndengar informasi tersebut pemerintah provinsi Sumut yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Edy Rahmayadi telah memerintahkan agar kolam renang yang viral karena kerumunan warga saat pandemi Corona ditutup. Setelah kolam renang ditutup, Edy meminta agar pengelolanya diproses secara pidana.

“Perintahnya adalah ditutup, yang kedua pidana itu, proses pidanalah,” kata Edy kepada wartawan di Medan, Jumat (2/10/2020).

Edy menegaskan penutupan harus dilakukan karena tempat tersebut melanggar protokol kesehatan.

“Yang jelas dia sudah melanggar protokol kesehatan. Kita suruh atur jarak, pakai masker, cuci tangan, ini malah mandi sama-sama, nggak pakai masker,” lanjutnyanya.

“Kalau dia atur jarak, dia gunakan protokol kesehatan okelah, ekonomi kan harus bergeliat juga. Kalau seperti itu, semua orang kan jadi kena. Nggak mampu nanti rumah sakit kita,” ucap Edy.

Edy mengatakan pihaknya tidak melarang tempat wisata untuk tetap buka di tengah pandemi virus Corona, namun ia berharap semua pihak harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Gubernur Sumatera Utara itupun menghimbau agar semua pengusaha tempat hiburan melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan. Hal ini karena para pengusaha berani membuka tempat usahanya meski adanya pandemi virus Corona.

Saat ini lokasi tempat hiburan tersebut telah ditutup dan pengelola diberi peringatan keras dan telah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian setempat.

Related Posts