Buang Asam Sulfat ke Sungai Cikaso, Pabrik di Sukabumi: Tak Disengaja

5 bulan lalu 45
Buang Asam Sulfat ke Sungai Cikaso, Pabrik di Sukabumi: Tak Disengaja (Ist/detik.com)

Sukabumi -

PT Clariant Adsorbent Indonesia akhirnya buka suara soal adanya pencemaran limbah H2SO4 atau asam sulfat ke aliran Sungai Cikaso, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Perusahaan penghasil bentonite itu mengakui pihaknya membuang limbah tersebut ke aliran sungai.

Endang, salah seorang staf bagian administrasi di perusahaan itu menyebut pada Rabu (4/8), pihaknya menerima informasi soal air sungai yang tiba-tiba berwarna putih. Saat itu juga pihak perusahaan menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan.

"Pada tanggal 4 Agustus, perusahaan mendapat informasi laporan warga ada air yang jelek berwarna putih. Kemudian perusahaan menindaklanjuti laporan warga tersebut dengan menurunkan tim langsung ke lokasi kurang lebih dari pabrik itu 2 kilometer," kata Endang kepada detikcom, Jumat (6/8/2021).

Perusahaan kemudian melakukan pengecekan PH atay kadar air dan ditemukan kadar air sungai berada di posisi di bawah 6 yang artinya berada di bawah standar.

"Di situ perusahaan mengecek PH kadar airnya nah di situ pihak perusahaan menemukan PH di bawah 6, inikan di bawah standar ya kalau di bawah 6 itu ya. Setelah itu perusahaan melakukan action menggunakan soda ash untuk memperbaiki PH nya. Di situ sudah enggak ada ini sudah enggak ada ikan mati enggak ada, cuma warna aja," ujar Endang.

Endang membantah pencemaran itu dilakukan dengan sengaja, meski membenarkan membuang limbah ke aliran Sungai Cikaso. Ia menjelaskan pembuangan limbah biasanya sudah melalui water treatment atau pengolahan limbah terlebihdahulu.

"Kalau itu sesuatu hal yang tidak mungkin (pembuangan limbah), kalau dengan sengaja enggak mungkin, kalau ini kan setiap saat air buangan limbah (memang) ke Sungai Cikaso, setiap saat (namun) setelah melalui water treatment untuk pembuangan limbah. Kita kan punya IPAL nya juga kan ya, nah (persoalan) itu ya sesuatu hal yang memang Force Majeure. Makanya ini kita sedang diinvestigasi termasuk dari DLH sudah datang," kaata Endang.

Endang menjelaskan ada kesalahan sistem hingga membuat limbah yang seharusnya tidak langsung terbuang kemudian terbuang dan mencemari aliran Sungai Cikaso. Saat ditanya jenis limbah, Endang dengan enteng menjawab Asam Sulfat.

Baca Selengkapnya