Cegah Covid-19, Epidemiolog Ingatkan Pentingnya Sirkulasi Udara di Ruangan Tertutup

5 bulan lalu 48
Cegah Covid-19, Epidemiolog Ingatkan Pentingnya Sirkulasi Udara di Ruangan Tertutup (Ist/Viral Google News)

Suara.com - Pakar epidemiologi mengingatkan tentang risiko penularan Covid-19 yang besar di ruangan tertutup, apalagi jika ruangan berada di area publik.

Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengingatkan pentingnya gedung-gedung perkantoran maupun fasilitas publik tertutup harus memiliki sirkulasi udara yang baik.

Ia mengingatkan bahwa infeksi virus corona SARS Cov-2 itu bisa menular secara airbone atau melalui udara. Sehingga ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, risiko penularan virus jadi lebih tinggi.

"Mekanisme penularan melalui udara yang disebut 'airbone aerosol' dan 'droplet'. Keduanya berkaitan dengan ukuran partikel udara," kata Dicky dalam webinar daring, Kamis (5/8/2021).

Dicky membenarkan, lonjakan kasus baru akhir-akhir ini, salah satunya kontribusi dari kluster ruangan tertutup seperti perkantoran, restoran, tempat ibadah, hingga sekolah.

Sebagai tindakan pencegahan virus, Dicky menyarankan agar masyarakat menggunakan masker dua lapis. Yakni maskes medis di dalam dan masker kain diarea luar. Selian itu, sebaiknya tidak pernah membuka masker saat berada di ruangan publik yang tertutup.

"Kita ini kalau ke luar rumah, di luar rumah itu sedang badai, potensi terpaparnya sangat besar sekali. Sekalipun kita menggunakan payung tetap akan cipratan terkena air," kata Dicky.

Sementara itu, praktisi pengelola bangunan Deddy El Rashid mendorong agar pengelola gedung mulai memperhatikan sistem ventilasi udara sebagai pelindungan ekstra pencegahan penularan Covid-19.

Pengelola gedung juga bisa menambah fasilitas dengan memasang sinar ultraviolet C (UVC) yang sesuai standar untuk membunuh bakteri dan virus.

Baca Selengkapnya