DLH Kabupaten Bekasi: Volume Sampah Turun 20 Persen Selama PPKM

5 bulan lalu 56
DLH Kabupaten Bekasi: Volume Sampah Turun 20 Persen Selama PPKM (Ist/Viral Google News)

Kondisi TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sebelum pandemi COVID-19. [ANTARA/Pradita Kurniawan Syah]

SuaraBekaci.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menyatakan volume sampah di daerah itu mengalami penurunan sebanyak 20 persen selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Volume sampah turun 20 persen mulai saat PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 ini," kata Kepala Bidang Kebersihan DLH Kabupaten Bekasi Khaerul Hamid, Kamis (5/8/2021).

Sebelum penerapan PPKM Darurat, kata Khaerul, sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng mencapai 600 ton per hari. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan saat ini yang hanya 480 ton.

"Iya, turun 20 persen atau 120 ton per hari dari 600 ton per hari biasanya," katanya.

Hamid mengaku penurunan volume sampah itu disebabkan adanya penyekatan arus lalu lintas selama PPKM sehingga mobilitas warga atau pengunjung yang masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi berkurang.

Pembatasan aktivitas di pusat perbelanjaan seperti mal, pasar, serta pertokoan selama PPKM juga dinilai memberi andil penurunan volume sampah.

"Bisa jadi tingkat konsumsi masyarakat di Kabupaten Bekasi menurun di masa PPKM Darurat hingga Level 4 ini. Ini juga mengindikasikan berkurangnya mobilitas warga Kabupaten Bekasi sehingga penerapan PPKM dinilai efektif," katanya.

Ia menyebut sampah pasar tradisional yang biasanya menyumbang sebagian besar volume sampah di TPA Burangkeng juga tidak terlihat.

Baca Selengkapnya