DPR: Survei Lingkungan Belajar Ciptakan Kultur Sekolah Toleran

5 bulan lalu 51
DPR: Survei Lingkungan Belajar Ciptakan Kultur Sekolah Toleran - Suara.com (Ist/Viral Google News)

Suara.com - Sejumlah politisi di Dewan Perwakilan Rakyat Pusat dan Daerah (DPR dan DPRD) mendukung upaya pemerintah menciptakan kultur sekolah yang toleran dan menciptakan persatuan. Anggota parlemen sepakat untuk terus mengatasi intoleransi, radikalisme, dan lemahnya kolaborasi di dunia pendidikan.

Sebagai langkah awal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Survei Lingkungan Belajar di berbagai Sekolah Penggerak. Survei ini merupakan satu dari tiga bagian Program Asesmen Nasional bersama dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter.

Survei Lingkungan Belajar menghasilkan data tentang iklim keamanan dan iklim kebinekaan di sekolah yang merupakan prakondisi terjadinya pembelajaran. Selain itu, survei tersebut juga mengukur kualitas pembelajaran dari perspektif siswa, guru, dan kepala sekolah.

"Saya harap survei ini lebih komprehensif menjangkau outcome, benefit dan impact-nya untuk masyarakat dan negara. Survei ini diharapkan menjadi pemecah masalah dan komisi X siap mendukung," ujar Anggota Komisi X DPR, Zainuddin Maliki dalam sebuah diskusi, ditulis Jumat (6/8/2021).

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional ini, masih terdapat mispersepsi di masyarakat yang menerima potongan-potongan survei yang dianggap tendesius dan bernada politik.

Namun, dengan penjelasan yang ada, mispersepsi bisa dikurangi. Ia pun menegaskan Survei Lingkungan Belajar, tidak hanya berhenti di output yang bersifat jangka pendek, tetapi bisa menciptakan outcome yang memberi dampak jangka panjang.

"Yang terpenting harus perhatikan cara mengemasnya, jangan bias dan jangan menggiring. Itu harus dihindari. Ini masalah sensitif. Kalau substansinya sudah OK," jelasnya

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Daniel Rohi juga menyampaikan dukungannya terhadap Survei Lingkungan Belajar. Menurut dia, survei bisa dijadikan dasar dalam pembuatan kebijakan ke arah perbaikan yang tepat.

“Sekolah berfungsi sebagai almamater untuk menghasilkan insan unggul dengan jiwa nasionalis, berkarakter kompeten dan adaptif dalam perubahan. Selain itu sebagai pemecah masalah dalam memudarnya wibawa negara, lemahnya daya saing dan meningkatnya perilaku intoleransi dan persatuan bangsa,” tegas Daniel.

Baca Selengkapnya