Eks CEO Inter: Akhir Cerita Suning Bersama Inter Milan

5 bulan lalu 48
Eks CEO Inter: Akhir Cerita Suning Bersama Inter Milan (Ist/republika.co.id)

Suning telah memperingatkan apabila masalah keuangan klub terus memburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Mantan CEO Inter Milan, Ernesto Paolillo, memperingatkan penjualan Romelu Lukaku ke Chelsea bakal menjadi akhir dari era Suning di klub asal kota mode Italia. Suning Group, perusahaan Cina, mengakuisisi Inter dari pengusaha asal Indonesia Erick Thohir pada 2016 dan menempatkan Steven Zhang sebagai presiden klub pada 2018 lalu.

"Lukaku membuktikan dirinya sebagai sosok sentral saat Inter Milan yang hebat harus dibangun," kata Ernesto Paolillo menjelaskan dilansir Football Italia, Jumat (6/8).

Suning telah memperingatkan apabila masalah keuangan klub memburuk, dan situasi itu semakin kelam dalam beberapa bulan terakhir, meski Inter berhasil meraih gelar scudetto Serie A Italia 2020/2021.

Untuk menghindari masalah krisis keuangan tersebut, maka manajemen Inter harus melepas beberapa pemain bintang, salah satunya Romelu Lukaku. Lukaku ditaksir oleh klub asal Inggris, Chelsea, seharga 130 juta euro. Dana tersebut jelas sangat menggiurkan di tengah badai keuangan i Nerazzurri.

Namun apabila Lukaku resmi angkat koper dari Stadion Giuseppe Meazza, maka beberapa direktur seperti Piero Ausilio dan Giuseppe Marotta bakal mengundurkan diri. Termasuk pelatih Simone Inzaghi yang tak ingin melihat Lukaku angkat koper.

"Tertarik dengan tawaran Chelsea berarti Anda puas dengan satu scudetto dan tak ingin membangun masa depan yang hebat. Saya pikir ini akhir dari Suning Group bersama Inter," sambung Paolillo.

Tidak hanya para pejabat klub, transfer Lukaku juga berdampak pada pemain utama Inter seperti Stefan de Vrij, Lautaro Martinez, dan Marcelo Brozovic yang dikabarkan mempertimbangkan masa depannya. "Ini secara efektif mengibarkan bendera putih. Saya hanya bisa berharap bahwa Marotta masih ingin memimpin Inter dan memuluskan segalanya," jelas Paolillo.

Baca Selengkapnya