Hak Jawab Wahidin Halim Terkait Pemberitaan Dana Hibah Ponpes di Banten

5 bulan lalu 44
Hak Jawab Wahidin Halim Terkait Pemberitaan Dana Hibah Ponpes di Banten (Ist/detik.com)

Jakarta -

Gubernur Banten Wahidin Halim melalui kuasa hukumnya, Andi Syafrani, melayangkan hak jawab kepada detikcom atas pemberitaan investigasi di kanal detikX. Pemberian hak jawab merupakan hasil mediasi Dewan Pers antara detikcom dan pihak Wahidin Halim.

Sebelumnya, Dewan Pers menerima surat pengaduan dari Wahidin Halim (Pengadu) tertanggal 10 Juni 2021 terhadap detikcom (Teradu) terkait serangkaian berita berjudul:

1. "Asal Cair demi Gubernur Wahidin", diunggah Senin, 7 Juni 2021.

2. "Ponpes 'Hantu' Penerima Duit Hibah", diunggah Selasa, 8 Juni 2021. (Kemudian judul berubah menjadi: "Menelusuri Ponpes Penerima Dana Hibah Banten").

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Dewan Pers telah meminta klarifikasi kepada Pengadu dan Teradu pada Selasa, 3 Agustus 2021, melalui aplikasi Zoom. Pengadu dan Teradu hadir. Dewan Pers menilai berita Teradu melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik karena tidak akurat, tidak uji informasi, dan tidak berimbang secara proporsional.

Seperti tertuang dalam Risalah Penyelesaian Nomor: 65/Risalah-DP/VIII/2021 tentang Pengaduan Wahidin Halim terhadap Media Siber detik.com Tertanggal 3 Agustus 2021, disepakati bahwa Teradu wajib melayani hak jawab dari Pengadu secara proporsional disertai permintaan maaf kepada Pengadu dan masyarakat pembaca.

Hak jawab Wahidin Halim diterima detikcom pada Kamis (5/8/2021). Berikut isi lengkap dari hak jawab tersebut:

A. Terkait berita dengan Judul "Asal Cair demi Gubernur Wahidin"

Baca Selengkapnya