Kapal Perang KRI Pollux-935 Perkuat Alutsista TNI AL

5 bulan lalu 52
Kapal Perang KRI Pollux-935 Perkuat Alutsista TNI AL (Ist/detik.com)

Jakarta -

KRI Pollux-935 akan memperkuat alutsista TNI Anggaya topi pria gondrongkatan Laut. Kapal yang diproduksi PT Karimun Anugerah Sejati itu akan dioperasikan untuk Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

"Kapal ini nantinya akan dioperasikan Pushidrosal sebagai unsur bantu Hidro Oseanografi (BHO) sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geopasial Kelautan Indonesia. Semoga kehadiran KRI ini dapat menambah semangat dan menajamkan kemampuan TNI AL dalam melaksanakan tugas-tugas survei dan pemetaan laut," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021).

Nama kapal ini diambil dari nama bintang paling terang dan mudah dikenali dalam rasi bintang Gemini. Pollux merupakan salah satu dari 20 bintang paling terang di langit.

KRI Pollux-935 adalah jenis kapal patrol cepat (PC) 40 meter. Kapal tersebut memiliki sejumlah spesifikasi di antaranya panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter dan draft 2,20 meter dengan bobot 220 ton.

Kecepatan maksimum KRI Pollux-935 mencapai 27 knots, kecepatan jelajah 20 knots dan kecepatan ekonomis 15 knots. Kapal perang ini dipersenjatai meriam 30 mm dan 12,7 mm serta mampu mengangkut 37 ABK.

Yudo menyebut kehadiran kapal ini sangat penting dan strategis bagi industri pertahanan nasional. Menurut Yudo, industri pertahanan dalam negeri sudah seharusnya menciptakan inovasi-inovasi baru, terutama dalam pembuatan kapal perang, agar Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.

"Kita tunjukkan kepada bangsa lain, bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri sambil terus mengejar ketertinggalan yang sudah terjadi selama ini. Bangsa Indonesia harus menjadi kompetitif dan mampu bersaing di tataran Internasional, termasuk dalam Industri perkapalan," ungkap Yudo.

Peresmian kapal ini ditandai dengan penandatanganan berita serah terima Kapal dari Direktur PT. KAS Jacky Sucipto kepada Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Maman Rohman. Kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi.

Baca Selengkapnya