Kasus DBD di RSUD Cideres Majalengka Meningkat, 3 Bulan Rawat 45 Pasien

1 bulan lalu 41
Kasus DBD di RSUD Cideres Majalengka Meningkat, 3 Bulan Rawat 45 Pasien (Ist/detik.com)

Majalengka -

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Majalengka mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Meningkatnya kasus DBD di Majalengka ini disebabkan karena mulai masuknya musim hujan yang membuat nyamuk mudah berkembang biak.

Berdasarkan data dari RSUD Cideres Majalengka, tercatat ada 45 orang yang dirawat karena terjangkit DBD dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Rinciannya, 7 kasus di bulan September, 10 kasus di bulan Oktober dan 28 kasus di bulan November.

"Dilihat dari kunjungan pasien yang dirawat di kami (RSUD Cideres), memang terjadi peningkatan kasus DBD khususnya selama 3 bulan terakhir," kata Pujianto Kasi Pelayanan Medis RSUD Cideres Majalengka, Senin (6/12/2021).

Dari total kasus itu, Pujianto mengungkapkan ada satu orang yang meninggal dunia karena DBD. "Satu orang meninggal dunia, anak-anak usia 3 tahun," ucapnya.

Bahkan memasuki hari keenam di bulan Desember ini kata Pujianto, sudah ada 9 orang yang dirawat karena DBD. Menurutnya mereka yang terjangkit mayoritas adalah anak-anak.

"Jadi baru enam hari di bulan Desember 2021 ini, sudah ada 9 pasien DBD yang dirawat di kami. Ada 6 anak-anak dan 3 orang dewasa," ucap dia.

Masih kata Pujianto, untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, RSUD Cideres telah menyiapkan tambahan ruang perawatan. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan mulai membersihkan tempat yang menjadi sarang nyamuk.

"Kita siapkan penambahan ruangan dan tempat tidur sebagai langkah antisipasi. Selain menyiapkan di ruang reguler untuk anak-anak, kami juga menambah tempat tidur di ruang transit untuk anak-anak. Karena memang lonjakan kasus DBD didominasi anak-anak," ujarnya.

Baca Selengkapnya