Niat Puasa Arafah Besok 9 Dzulhijjah 1442H

Niat puasa instagram @rilsyams images by pixabay

Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wassalam sebagaimana sabda beliau:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Setiap muslim yang mampu melaksanakannnya keutamaan besar untuk mengerjakannya, akan tetapi bagi mereka yang berhaji Puasa Arafah tidaklah disunnahkan.

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR Bukhari).

Adapun bagi yang mau melaksanakan berikut niat Puasa Arafah berdasarkan lafadznya

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Maksudnya “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Selamat menunaikan bagi yang mengerjakan dan Selamat Hari Raya Idul Adha bagi semua umat muslim yang memperingatinya. Semoga kita dimudahkan dalam melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah.

Share on twitter
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan