Pasang Baliho Dimana-mana, Elektabilitas Puan Maharani 0,6%, PDIP: Sibuk Awasi Pemerintah

5 bulan lalu 49
Pasang Baliho Dimana-mana, Elektabilitas Puan Maharani 0,6%, PDIP: Sibuk Awasi Pemerintah (Ist/Viral Google News)

Billboard yang memajang wajah Puan Maharani di Jalan Raya Tegal-Purwokerto, depan Pasar Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Rabu (4/8/2021). ‎[Suara.com/F Firdaus]

SuaraJawaTengah.id - Belakangan ini baliho Puan Maharani yang beredar di jalan-jalan protokol di Jawa Tengah menjadi perbinjangan publik. Namun ternyata dari baliho elektabilitas ketua DPR RI itu masih rendah.

Apakah baliho-baliho Puan Maharani tersebut berhubungan dengan langkahnya menuju pilpres 2024?

Menyadur dari Hops.id, Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah turut mengomentari elektabilitas Puan Maharani yang stagnan dan terkesan segitu-gitu saja. Dia memastikan, hingga sekarang, Puan belum mementingkan nilai elektoral, lantaran terlalu sibuk mengurus kerjaan.

Selain bertanggung jawab terhadap tugas DPR RI, menurutnya, Puan juga sedang fokus dalam pelaksanaan penanganan pandemi di Indonesia. Itulah mengapa, elektabilitas sementara bukan prioritas utamanya.

“Selama ini memang Mbak Puan fokus pada tugas kenegaraannya sebagai Ketua DPR dan sibuk mengawasi pemerintah dalam pelaksanaan penanganan pandemi Covid-19,” ujar Ahmad Basarah, Kamis (5/7/2021).

Dia memastikan, hasil survei capres 2024 dari Lembaga Indostrategic yang menunjukkan Puan berada di posisi ke-12 merupakan hal yang wajar. Meski demikian, pihaknya yakin, nilai elektoral Puan di bulan depan akan mengalami peningkatan tajam.

“Pada saat survei itu dilakukan memang belum ada agenda sosialisasi nama Mbak Puan ke daerah-daerah,” kata Basarah. Ditambahkannya, pada periode survei yakni Maret-Juni 2021, Puan masih sibuk dengan kerja. Selain itu, sambungnya, PDIP juga belum mendeklarasikan Puan sebagai capres atau cawapres.

“Mbak Puan juga selalu taat asas pada aturan partai bahwa selama belum ada keputusan resmi calon presiden/wakil presiden untuk Pilpres 2024 yang akan datang oleh Ketua Umum PDIP Perjuangan, maka tidak boleh ada seorang kader partai pun yang boleh melanggar aturan partai tersebut.”

Baca Selengkapnya