Kami Percaya ACT Jadi Trending Topic Twitter, Netizen Bandingkan dengan Tikus Berdasi

Kami Percaya ACT Jadi Trending Topic Twitter, Netizen Bandingkan dengan Tikus Berdasi

Dalam 2 hari terakhir Yayasan yang bergerak dalam hal sosial kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang menjadi sorotan publik. Trendingnya ACT tak lepas dari dugaan penyelewengan dana umat yang terkumpul oleh yayasan dengan tagline “Care for Humanity” tersebut.

Sebelumnya  Majalah Tempo meliris laporan mengenai dugaan penyelewengan dana umat oleh ACT. Disebutkan bahwa dana yang terkumpul digunakan untuk memberi berbagai fasilitas mewah kepada petinggi-petingginya.

Meski isu ini terus bergulir panas terutama di Twitter, tak sedikit warganet yang masih memercayai ACT sebagai lembaga donasi yang amanah.

Hal ini salah satunya terbukti dari trending-nya tagar #KamiPercayaACT di Twitter pada Selasa (5/7/2022) pagi. Dipantau Cariviral hingga saat ini, kata kunci ini tersebut sudah mencapai 4738 cuitan di Twitter Indonesia dengan beragam cuitan pembelaan.

'#KamiPercayaACT' trending topic di Twitter pada Selasa (5/7/2022) pagi. (Twitter)
‘#KamiPercayaACT’ trending topic di Twitter pada Selasa (5/7/2022) pagi. (Twitter)

Dalam cuitan tersebut warganet membandingkan dugaan penyelewengan dana umat oleh ACT tersebut dengan aksi para tikus berdasi alias korupsi uang rakyat oleh pejabat.

Mereka menilai publik terlalu menanggapi keras dugaan yang sejauh ini masih belum sepenuhnya dibantah maupun diiyakan oleh ACT. Apalagi karena beredar juga desakan agar ACT dibubarkan saja lantaran telah tidak amanah dalam menyalurkan donasi umat.

Seperti misalnya warganet yang membandingkan dugaan penyelewengan ini dengan kasus korupsi bantuan sosial yang sempat dilakukan eks Menteri Sosial Juliari Batubara beberapa waktu lalu.

Kalau ada kasus seperti ini, apakah lembaganya (Kemensos) yang harus DIHABISI? Atau pelakunya? Apakah pihak-pihak yang bekerja sama dengan lembaga tersebut (Kemensos) jadi SALAH? Silakan BuzzeRp jawab. #KamiPercayaACT,” tegas warganet sambil menyertakan tangkapan layar pemberitaan soal aksi rasuah ini.

Warganet membandingkan dugaan penyelewengan dana umat oleh ACT dan korupsi bansos oleh Kementerian Sosial. (Twitter/@maspiyuaja)
Warganet membandingkan dugaan penyelewengan dana umat oleh ACT dan korupsi bansos oleh Kementerian Sosial. (Twitter/@maspiyuaja)

Disaat ACT adalah masalah dengan pengurusnya, kaum otak tol** pada heboh dan sibuk meminta agar ACT dibubarkan, tapi disaat Negara ada masalah karena pejabatnya pada Korupsi bahkan sampai Triliunan, engga ada yang teriak-teriak agar Negara dibubarkan. Situ Waras?” ujar warganet.

Di BUMN juga banyak dengan masalah kasus-kasus korupsinya, tapi tidak ada yang teriak-teriak bahwa BUMN harus dibekukan dan dibubarkan. Maka begitu juga di ACT kalau di ACT ada Maling / Koruptor, maka potong tangannya, jangan ACT-nya dibubarkan. Situ Waras?” sambung warganet lagi.

Majalah Tempo merilis laporan dugaan penyelewengan dana umat ini pada Sabtu (2/7/2022) kemarin dan mendapat respons keras dari banyak masyarakat.

Dalam laporannya, lembaga kemanusiaan yang juga fokus pada Suriah dan Palestina ini disebut menyelewengkan dana donasi yang terkumpul demi menyediakan gaji dan fasilitas mewah bagi para petingginya.

Misalnya saja Ahyudin yang pernah menjabat sebagai Presiden ACT, disebut memperoleh gaji sebesar Rp 250 juta setiap bulannya.

Lalu posisi di bawahnya juga mendapat gaji tak kalah besar. Misalnya Senior Vice President digaji Rp 200 juta per bulan, Vice President Rp 80 juta, dan Direktur Eksekutif Rp 50 juta.

Bukan hanya itu, pejabat ACT juga disebut difasilitasi dengan mobil-mobil mewah seperti Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero, hingga Honda CRV.

Namun Presiden ACT saat ini, Ibnu Khajar, mengklaim lembaganya telah memangkas gaji para petinggi serta operasional organisasi seiring dengan dilakukannya restrukturisasi sejak Januari 2022 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.