‘Menjual agama itu paling gampang, maklum orang masih bodoh’

Warta Ekonomi, Jakarta –

Buntut dari kasus penyelewengan donasi yang dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) sempat menghebohkan dunia pemberitaan nasional.

Bagaimana tidak, hasil laporan Tempo menyebutkan bahwa sumbangan tersebut bukan untuk kepentingan kemanusiaan, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi para petingginya.

Hal lain yang membuat saya miris, adalah gaya hidup pengurus yang memiliki gaji fantastis, kemudian mendapatkan fasilitas mewah, juga tak luput dari kritikan masyarakat.

Banyak pesan dari netizen di media sosial yang mengaitkan ini dengan penipuan berkedok agama. Salah satunya adalah pernyataan tokoh politik dari Partai Ummat, Buni Yani, yang pernah mengatakan bahwa menjual agama adalah yang paling mudah, karena masyarakat masih bodoh.

@Pratama_Andy_ Mengingatkan saya pada kata-kata Buni Yani!

“Menjual agama adalah hal yang paling mudah, mengetahui bahwa orang masih bodoh dan mudah ditipu,”

Sebelumnya, tagar (tag) #AksiCepatTilep hingga #janganBelyaACT, hingga tagline ‘Kantung Bocor Dana Rakyat’ menyebar dan viral di media sosial. Ini membahas masalah gaji pejabat ACT yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah.

Selain itu, laporan tersebut menyebutkan bahwa pejabat ACT menerima sejumlah fasilitas mewah dan memotong sumbangan.

Dalam klarifikasinya, Presiden ACT Ibnu Khajar meminta maaf atas dugaan penyelewengan dana donasi yang ramai di media sosial.

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari wartaekonomi.co.id.
Jika anda keberatan dengan publikasi artikel ini, silakan ajukan penghapusan artikel melalui email Tim Cari Viral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.