Viral Video Orangutan yang Terjebak di Tambang, WALHI: Tingkatkan Pengelolaan Sumber Daya Alam

WALHI menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya alam di Indonesia selama ini berbasis komoditas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Nasional (EN) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Zenzi Suhandi angkat bicara soal viralnya video orangutan yang terjebak di area pertambangan. Dalam video berdurasi 21 detik itu, terlihat seekor orangutan tertukar antara alat berat di lokasi penambangan yang konon di Kutai, Kalimantan Timur.

WALHI juga mendesak agar pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia segera diperbaiki. Hal ini karena pengelolaan sumber daya alam di Indonesia selama ini berbasis komoditas, dengan peningkatan produksi yang berorientasi pada perluasan lahan.

“Akibatnya, ancaman kepunahan keanekaragaman hayati lainnya tidak menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan,” kata Zenzi saat dihubungi, Selasa (5/7/2022).

Zenzi menambahkan, konservasi di Indonesia juga hanya berdasarkan spesies (jenis). Kondisi ini membuat hukuman pidana selama ini bisa dilakukan jika orang membunuh satwa yang dilindungi.

Sementara itu, undang-undang tersebut tidak dirancang untuk menghentikan kejahatan yang menyebabkan hewan dan manusia mati karena kehilangan tempat dan sumber kehidupannya. “Konservasi harus melindungi habitat dan budaya kehidupan manusia yang terikat dengan habitat itu juga,” katanya.

Menurutnya, dalam waktu singkat, puluhan juta hektar hutan di Indonesia hilang seiring dengan punahnya beberapa spesies dan populasi makhluk hidup yang tidak diperhitungkan. Ia mengatakan, ancaman satwa karena lingkungan ini sudah terjadi di banyak daerah.

“Seperti gajah di Riau dan Aceh, harimau di Bengkulu dan Sumatera Selatan. Ke depan akan semakin parah, dan mengarah pada situasi yang membahayakan kehidupan manusia juga,” katanya.

Untuk itu, WALHI menilai Indonesia membutuhkan komisi khusus untuk penegakan hukum lingkungan dan sumber daya alam. Pasalnya, sumber daya manusia (SDM) yang ada di tanah air tidak akan mampu menjangkau seluruh kawasan hutan Indonesia yang mencapai 128 juta hektar.

“Solusinya adalah bagaimana negara mengakui hak-hak masyarakat adat dan masyarakat lokal untuk melindungi kawasan ini,” katanya.

Disclaimer: Konten dan gambar berasal dari www.republika.co.id.
Jika anda keberatan dengan publikasi artikel ini, silakan ajukan penghapusan artikel melalui email Tim Cari Viral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.